Minggu, 28 Agustus 2016

Surat untuk calon makmumku

    Assalamualaikum jodohku di sana. Apa kabarnya hari ini duhai yang telah Allah takdirkan untukku?
Aku berharap, kamu adalah wanita yang shalihah yang mampu menjaga kesucian dirinya. Terkadang, aku bertanya-tanya, siapakah yang akan menjadi jodoh dunia akhiratku kelak.
Duhai jodohku, setiap hari aku tambatkan namamu di dalam do'aku. Menyebut namamu dengan tulus dan ikhlas.

"Ya Allah, jagalah selalu jodohku di sana. Persatukanlah kami pada waktunya tiba. Ya Allah, siapakah sebenarnya jodoh dunia akhirat itu?
 
     Aku berharap, kita akan segera dipersatukan dalam ikatan yang halal. Aku terus bercermin kepada diriku sendiri tentang bagaimanakah diriku saat ini. Aku ingin menjadi imam yang baik yang mampu membimbingmu kelak.
Wahai calon makmumku, masih setiakah engkau hari ini untuk mempersiapkan diri? Masih tetapkah hari ini engkau memantaskan diri? Aku masih setia dan tetap menata diri agar kelak diri ini pantas disandingkan bersamamu.
     Aku ingin mencintaimu dalam taqwa karena Allah. Yang saling membina untuk mencapai jannah-Nya. Aku ingin rumah tangga kita dipenuhi dengan mahligai kebahagiaan cinta. Yang selalu menjadikan Allah sebagai sandaran cinta, dan Rasulullah sebagai suri tauladannya.
Siapakah engkau wahai calon makmumku? Ia kah seseorang yang dekat bersamaku saat ini? Ataukah seseorang yang dulu pernah mengisi ruang hati? Atau mungkin seseorang yang pernah aku ikhlaskan? Bahkan, mungkinkah seseorang yang kelak Allah kirim pada saat itu tiba?
Entahlah... Sebab cinta memang misteri yang indah adanya. Ia adalah misteri yang selalu aku kagumi kehadirannya.
Duhai calon makmumku, semoga Allah selalu bersamamu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar